Gambar
milik pribadi
BLURB :
Rasa takut bukan bagian
dari diri manusia.
Rasa takut merupakan
gangguan pemikiran dan bukan sesuatu yang wajar
Rasa takut dipelajari.
Rasa takut merupakan
sesuatu yang wajar.
Rasa takut merupakan
sesuatu yang normal.
Rasa takut ada di dalam
diri setiap manusia.
Tiga pernyataan di atas
kebanyakan sudah kita terima sebagai suatu kebenaran.
Ketiga pernyataan di atas
dalah dan ini merupakan salah satu bentuk revolusi mental.
Rasa takut bukan merupakan
sesuatu yang wajar.
Rasa takut mmerupakan
sesuatu yang tidak normal.
Rasa takut tidak ada di
dalam diri manusia sebelum dimasukan oleh manusia lainnya.
MORTIDO
adalah
sebuah buku yang mampu membuat siapa saja yang membaca nya mengalami sebuah “perubahan”
dalam cara berfikir, apalagi di zaman milenial ini, disadari atau tidak
disadari oleh manusia, kita ini sedang terperangkap dalam sistem global yang cenderung
lebih menekan manusia. Lebih tepatnya menguntungkan si penguasa sedangkan
rakyat dituntut untuk bekerja totalitas namun upah yang diberikan tidak sepadan
dengan jerih payah pekerja. Dan itu realitas yang kerap dialami oleh
manusia-manusia di zaman sekarang, terutama pada negara berkembang.
Sejatinya manusia sangat wajar memiliki rasa
takut, tanpa rasa ketakutan, manusia yang ada akan jalan ditempat. Misal,
manusia takut tidak bisa makan dan atau membeli barang-barang keperluan nya,
sudah barang tentu manusia akan bekerja keras untuk memiliki alat tukar yang
bernama uang agar bisa dipakai untuk membeli kebutuhan. Atau misal nya lagi,
manusia takut sakit, sudah barang tentu manusia akan menciptakan obat untuk
mengobati rasa sakit nya. Atau misal manusia takut masuk neraka, sudah barang
tentu manusia akan berlomba-lomba menempuh kebaikan dan beribadah kepada Tuhan
dengan cara nya. Rasa takut memang sangat wajar, yang tidak wajar adalah RASA
TAKUT YANG BERLEBIHAN.
Dalam buku Mortido ini, penulis menyajikan
penjelasan dengan sentuhan ilmu Psikologis. Penulis buku ini sangat mengkaji
ulang teori PSIKOANALISA dari bapak Psikologi Modern, SIGMUND FREUD. Saya
sendiri tidak asing dengan nama SIGMUND FREUD meski latar belakang pendidikan
saya bukan Psikologi, namun saya sempat mempelajari teori-teori Psikologi
ketika kuliah dan juga melalui buku-buku Psikologi Sigmund Freud. Jadi, ketika
saya membaca buku MORTIDO ini otomatis saya merasa “happy” .
Penulis membedah teori Sigmund Freud mengenai teori
kepribadian yang menyatakan bahwa kepribadian manusia terdiri dari tiga sistem
yaitu id, superego dan ego. Sedikit saya kemukakan pengertian
dari tiga istilah tersebut. Id merupakan
tempat dari dorongan untuk hidup dan mempertahankan kehidupan dan dorongan
untuk mati. Superego merupakan tempat
dari etika moral dan berbagai pertimbangan kognitif mengenai benar dan salah. Ego
merupakan tempat bertemunya superego dan
id yang memiliki tugas untuk
menyalurkan dorongan-dorongan id yang
sudah disesuaikan dengan superego ke
alam sadar manusia.
Saya sedikit tercengang ketika saya mengetahui
bahwa teori Id FREUD membagi menjadi
dua yaitu dorongan untuk hidup dan dorongan untuk mati. Saya terkejut, menurut akal
saya, tidak mungkin manusia memiliki dorongan untuk mati kecuali-mungkin
orang-orang yang dilanda depresi tingkat tinggi. Meskipun semua orang tahu
bahwa setiap yang hidup pasti akan mengalami mati. Nah, melalui buku MORTIDO
ini penulis pun membedah kembali isi dan makna dari teori tersebut.
Sigmund Freud lantas menurunkan teori lagi dari
hasil ketiga teori yang disebutkan di atas, yaitu LIBIDO dan MORTIDO. Sedikit saya
senyum-senyum sendiri tat kala membaca kalimat LIBIDO. Saya dan mungkin anda
pasti akan berkesimpulan yang sama terkait LIBIDO. Ya, memang kata LIBIDO lebih
popular sebagai sesuatu yang konteks nya menjurus pada “seksualitas”. Namun bagi
FREUD libido itu simbol dari “dorongan untuk hidup” sedangkan MORTIDO simbol “dorongan
untuk mati”. Dan penulis buku ini akan menjabarkan konsep pengembangan teori
Freud mengenai Libido dan Mortido. Penulis menyajikan pemecahan misteri MORTIDO
dengan tiga pendekatan, yakni Psikoanalisa, Biologi, dan Spiritual.
Buku ini akan mengajak kita pada penelusuran misteri
terdalam manusia, bagaimana perilaku manusia akan menentukan arah peradaban
manusia di masa depan, apakah akan berkembang ataukah akan semakin mundur. Terutama
bagi kita bangsa Indonesia yang terkadang membuat kita bertanya-tanya, “bisakah
bangsa Indonesia maju mengalahkan banga lain?” melalui buku ini, dasar-dasar
kesadaran manusia menuju peradaban yang lebih maju, dapat kita pelajari dan
pahami. Karena kunci sebuah peradaban maju adalah bukan terletak pada
seperangkat aparatur negara, mereka hanyalah roda yang menjalankan sistem
pemerintahan, akan tetapi kunci peradaban suatu bangsa akan maju terletak pada “pola
pikir” masyarakat nya. Semakin masyarakat suatu bangsa pikiran nya maju, dan
terbuka yang didukung dengan kesadaran spiritual tinggi maka dapat dipastikan
bangsa tersebut akan mengalami perubahan yang lebih baik. Begitupun sebalik
nya, jika pola pikir masyarakat masih cenderung jalan ditempat, otomatis sebuah
bangsa tidak akan mengalami perubahan yang baik tapi justru akan di jadikan
alat oleh bangsa lain untuk memanfaatkan “kebodohan” bangsa yang tertinggal
tersebut.
Contoh misal nya, sesuatu yang saya amati di
lingkungan sekitar, ketika bangsa lain sudah sibuk bagaimana bersaing di tengah
persaingan teknologi, tapi di Indonesia masih sibuk mengurusi urusan tetangga,
sibuk mengurusi (maaf) agama yang satu dengan yang lain bahkan yang masih
seagama sendiri masih pada ribut. Jika kita baca
Sejarah kejadian seperti itu pernah dialami oleh Eropa pada awal abad
Masehi, lah, kita di zaman Modern ini masih tetap membahas seperti itu *tepok
jidat*hehehe....
Kembali lagi ke isi buku
Mortido ini. Nah, tidak hanya mengkaji teori Sigmund Freud tentag perilaku
manusia. Penulis, memberikan sentuhan teori nya sendiri yang berdasarkan kajian
dari teori Sigmund Freud yang di tuliskan nya pada penghujung bab terakhir. Kajian
yang di jabarkan antara lain; gangguan
prinsip keawasan, mimpi buruk dan rasa takut, gangguan prinsip kenikmatan, rasa
ketakutan serta keawasan.
Pada
bab terakhir, ini adalah bab yang paling saya suka, kenapa? Karena si Penulis menyajikan
evolusi peradaban di mulai peradaban kerajaan, peradaban keagamaan, peradaban
sistem ekonomi, sistem pendidikan di Indonesia, kompetisi kapitalis dan
Distopia vs Utopia. Oh iya ada suatu penggalan kalimat dari buku ini yang
menurut saya ini sedang dialami oleh negara-negara berkembang termasuk
Indonesia. Bunyi kalimatnya:
“Kompetisi
di dalam ekonomi kapitalis bertujuan menghasilkan pekerja-pekerja yang tidak
pernah puas, serakah dan selalu berjuang untuk mendapatkan lebih. Kondisi ini
hanya membuat pekerja akan menjadi pekerja yang produktid dan menguntungkan
perusahaan. Namun, perusahaan hanya mengeluarkan pengeluaran yang sedikit untuk
membayar pekerja sambil menuntut pekerja itu untuk bekerja lebih keras lagi
untuk bisa mendapatkan penghasilan yang lebih.” (hlm.223)
“Tidak
ada pemenang diantara para pekerja sistem kapitalis karena pemenangnya adalah
pemilik modal bukan pekerja.” (hlm.225)
Overall, saya suka dengan buku ini selain tema nya yang
unik “MORTIDO” tetapi juga penuh
dengan pengetahuan. Saya rasa buku ini sangat berkontribusi sekali dalam merubah
“kesadaran manusia”. Dan penulis nya sendiri telah berkontribusi dalam
pengembangan ilmu pengetahuan di ranah Psikologi. Di zaman sekarang ini memang
sangat diperlukan sekali individu yang kritis dan senang mengkaji ulang teori
lama agar dijadikan suatu pembaharuan sesuai dengan zaman nya. Buku MORTIDO ini
sangat cocok bagi siapa saja yang memerlukan referensi secara pendekatan Psikologis
dan Spiritual untuk menyelami “bagian yang terdalam” dari diri manusia.
Silakan yang jatuh hati pada
buku ini segera menghubungi penulis nya.😙
Dibalik kelebihan buku ini
tentu ada kekuranga nya,hehehe... apa itu?
1.
Tulisan nya terlalu tebal
2.
Bahasa nya agak baku yaa, mungkin karena ini
buku ilmiah.
3.
Kurang tips-tips dalam buku ini supaya pembaca
ada gambaran apa yang harus dilakukan. Misal : kasih tips bagaiman
menghilangkan rasa “ketakutan”.
Itu saja sih hehe.. 😃
Judul : MORTIDO (Ketakutan, Keserakahan dan
Keawasan Sebuah Evolusi Peradaban)
Penulis
: Bayu Jatmiko
Penerbit
: Deepublish
Tahun Terbit : 2020
Tebal : 242 Halaman
No ISBN : 978-623-920-4532

Komentar
Posting Komentar