Langsung ke konten utama

Intip Wisata di Kota Budaya Sunda (tahu) Sumedang


Intip Wisata di Kota Budaya Sunda
(tahu)Sumedang

Oleh :

Kadita Putri






Tahu Sumedang, siapa yang tidak mengenal makanan khas dari Kota Sumedang ini? Hampir seluruh penjuru Indonesia tahu Kota Tahu ini. Bahkan, di setiap kota selalu saja ada pedagang yang menjual Tahu Sumedang yang dapat di nikmati dengan mudah nya oleh siapa saja. Nah, tapi, apakah Sumedang hanya memiliki Tahu saja? Yuk, simak artikel ini.

Sumedang, sebuah kota di Jawa Barat yang memiliki banyak destinasi wisata, baik wisata kuliner, wisata alam, maupun wisata sejarah dan budaya. Saat ini, Sumedang tengah maju dalam destinasi wisata yang mampu menarik pengunjung lokal maupun internasional untuk datang berkunjung ke Sumedang. Dengan lokasi nya yang strategis, di apit oleh kota modern dan metro seperti Kota Bandung dan Kota Cirebon menjadikan Sumedang bangkit untuk memperkenalkan pesona nya ke ranah Nasional dan Internasional.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang benar-benar nekat untuk menjadikan Sumedang sebagai daerah yang maju dengan mengandalkan potensi wisata Sumedang. Buktinya, Pemerintah mensulap Sumedang menjadi daerah Metro seperti Bandung. Apalagi di dukung dengan adanya tol Cipali menjadikan siapa saja wisatawan yang ingin berkunjung ke Sumedang lewat Cipali dengan sangat mudah dan cepat, saat ini pun Pemerintah sedang membuat akses tol Cisumdawu sebagai akses cepat untuk menuju Sumedang.

Sumedang memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, hits dan Instagramable untuk di jadikan tempat liburan yang seru. Berikut rekomendasi tempat wisata di Sumedang yang menarik dan sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

1.      Wisata Pesona Jati Gede

                                                                                                        Images: Inews.Com


Bendungan jatigede, kini telah menjelma menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia, yang oleh Pemerintah Daerah Sumedang di sulap menjadi destinasi wisata yang kini sedang populer. Kawasan wisata ini menyediakan berbagai fasilitas yang akan memanjakan pengunjungnya. Ada fasilitas perahu untuk mengarungi bendungan, kuda tunggang, minimotorcross, lesehan untuk bersantap kuliner. Kawasan ini cocok untuk selfie dan instagramable tentunya.



2.      Kampung Wisata Toga

Images: kodesjabar.com



Kampung Wisata Toga bisa jadi destinasi wisata seru untuk berlibur di akhir pekan bersama keluarga. Disini Anda akan di ajak mengenal berbagai macam tanaman obat dengan cara yang unik sesuai namanya, Kampung Wisata Toga atau tanaman obat keluarga.

Banyak kegiatan menarik disini, seperti sepeda, main paint ball, hiking arung jeram dan masih banyak hal seru lain nya. Berjarak kurang lebih 2 km dari pusat Kota, menjadikan Kampung Toga mudah di akses. Jika Anda tertarik ke Kampung Toga, catat alamat nya di :

Alamat : Jl. Makam Cut Nyak Dien Gn.Puyuh, Desa Sukajaya. Sumedang Selatan, Kab.Sumedang-Jawa Barat



3.      Mata Air Sirah Cipelang


                                                                                                      Images: Inews.com


Sumedang memiliki pesona mata air yang alami nan asri di bawah Gunung Tampomas. Saking Indahnya, Mata Air Sirah Cipelang kini menjadi perbincangan yang hangat di media sosial. Air nya yang jernih juga bisa jadi spot foto underwater yang keren abis. Catat lokasi nya ya.

Alamat : Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.



4.      Situ Cilembang

Images: @randimaulaana



Selanjutnya ada wisata Situ Cilembang, Situ ini memiliki air yang jernih dengan kedalaman 3 meter, saking jernih airnya pantulan pepohonan dan langit yang biru menghiasi permukaan nya dan membuat seolah biru. Hingga warga menyebut nya dengan Situ Biru Cilembang. Namun, Situ Cilembang tidak bida digunakan dengan leluasa sebab air nya digunakan untuk konsumsi warga. Maka dari itu pengunjung wajib menjaga kebersihan dan menghormati kearifan lokal setempat. Meskipun begitu keindahan nya tetap bisa dinikmati oleh wisatawan, apalagi untuk pre Wedding cocok sekali.

Lokasi Situ Cilembang berada di tengah hutan yang membuatnya cukup menantang, jika Anda tertarik, Anda bisa mengunjungi nya ke alamat: Jl. Hariang, Buah Dua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.



5.      Agrowisata Kampung Nangorak


                                                                                                  Images: nangorakcamp.com



Berjarak kurang lebih 6 km saja dari pusat Kota, Agrowisata Kampung Nangorak menjadi salah satu destinasi wisata edukatif. Mengusung konsep Agroeduteknowisata, tempat wisata di Sumedang ini tak hanya sekedar menawarkan tempat rekreasi alam tetapi tempat belajar alam yang seru. Disini, ada banyak hal yang ditawarkan mulai dari belajar menanam sayur, beternak, memancing hingga kampung seru di alam terbuka. Selain itu, Anda juga bisa menghabiskan malam dengan menginap di rumah pohon dengan biaya sewa terjangkau. Agrowisata Kampung Nangorak berlokasi di kawasan dengan ketinggian 765 mdp hingga 1.035 mdpl membuat suasana di Kampung Nangorak begitu sejuk.

Jika Anda berniat untuk berkunjung kesini, catat alamat nya di:

Alamat : Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang

6.      Eco Green Park Kampung Karuhun.

Images: @sumedang.tandang




Kampung Karuhun mengusung konsep eco green park, tempat wisata di Sumedang ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di akhir pekan bersama keluarga. Sejumlah fasilitas yang disediakan mulai dari kolam renang, area camping ground, outbound, kendaraan ATV hingga wisata kuliner dan masih banyak fasilitas lain nya membuat Anda enggan meninggalkan Kampung Karuhun begitu saja. Jangan lupa catat alamatnya di:

Alamat : Jl. Pagar Betis, Desa Citengah, Sumedang Selatan.



7.      Wisata Air Gajah Depa

Images: @chalista_anindya



Wisata Air Gajah Depa menjadi salah satu tujuan wisata akhir pekan yang cukup populer di Sumedang dan sekitarnya. Mengusung konsep waterpark, tempat wisata ini menyuguhkan banyak wahana permainan air yang seru sekaligus memacu adrenalin.

Mulai dari family slide yang akan mengajak Anda dan Keluarga meluncur dari ketinggian secara bersamaan hingga memberikan pengalaman yang seru dan asyik. Ada spiral slide, spill bucjet, water roller, water ball water capsule, hingga hand boat serta masih banyak wahana lain nya.

Jangan lupa singgah ke Wisata Air Gajah Depa di Jl. Raya Serang No.90 Galudra, Cimalaka, Kabupaten Sumedang.



Nah, setelah kita puas jalan-jalan wisata di Sumedang, jangan lupa, Sumedang memiliki destinasi wisata sejarah dan budaya yang sangat memberikan edukatif dan memberikan kecintaan kita terhadap kekayaan Nusantara.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Sumedang adalah pewaris terakhir dari Kerajaan Pajajaran dan Sunda, atau yang kita kenal dengan Kerajaan Sumedang Larang. Sedikit kita mengulang sejarah kembali, Kerajaan Sumedang Larang adalah Kerajaan Islam yang diperkirakan berdiri pada abad ke-16 Masehi dari Tatar Pasundan. Kata Sumedang berasal dari Kerajaan Tembong Agung sekitar 678-721 M yang berasal dari kata “inSUN Medal maDANGan”, insun artinya Saya, Medal artinya Lahir, Madangan artinya memberi penerangan. Jadi kata Sumedang bisa berarti “Saya lahir untuk memberi penerangan”.

Sumedang Larang dari kata Su=Bagus,Medang=Luas dan Larang=jarang bandingan nya. Jadi Sumedang Larang berarti tanah yang luas. Masa kejayaan Sumedang Larang pada Pemerintahan Prabu Geusan Ulun ( 1578-1601 M ), dan sekarang nama Prabu Geusan Ulun masih tetap mengenang abadi di masyarakat Sumedang yang namanya di abadikan menjadi nama suatu jalan besar di Sumedang dan Museum Prabu Geusan Ulun.

Berbicara sejarah, Sumedang memang pusatnya sejarah Sunda, tidak heran kalau Sumedang di juluki sebagai “Puseur (Pusat) Budaya Sunda. Jika Anda berkunjung ke Sumedang lewat Bandung, Anda akan disambut dengan semboyan ini pada gapura kota yang terletak di wilayah Jatinangor, perbatasan antara Kabupaten Sumedang dengan Kota Bandung.  Nah, sekarang tibalah Anda saya ajak untuk menjelajah wisata sejarah dan budaya yang di miliki oleh Sumedang. Mari kita jelajahi bersama!

1.      Museum Prabu Geusan Ulun

Images: www.sumedangtandang.com


Museum Prabu Geusan Ulun di kelola oleh Yayasan Pangeran Sumedang, terletak di tengah Kota Sumedang, 50 meter dari alun-alun ke sebelah selatan, berdampingan dengan Gedung Negara. Di Museum Prabu Geusan Ulun kita dapat menikmati peninggalan sejarah Kerajaan Sumedang Larang. Dengan lokasi yang strategis, membuat siapa saja yang berkunjung ke Sumedang mudah diakses.



2.      Gedung Sri Manganti


Gedung Sri Manganti yang menyatu dengan Museum Prabu Geusan Ulun

Images: www.sumedangtandang.com



Masih dalam komplek yang sama dengan Museum Prabu Geusan Ulun, Gedung Sri Manganti dahulu nya merupakan tempat tinggal Bupati dan Keluarga nya. Di dalam Gedung ini ada banyak benda peninggalan para pembesar Bupati Sumedang tempo dulu.

3.      Gunung Kunci

Benteng Belanda di Gunung Kunci
Image: www.sumedangtandang.com



Gunung Kunci merupakan objek wisata yang ada di Sumedang yang letaknya strategis berada pada perlintasan jalan raya Bandung-Cirebon. Yang menjadi daya tarik Gunung Kunci adalah adanya benteng peninggalan penjajah Belanda. Benteng ini dibangin sekitar tahun 1914-1917 dengan luas 2.600m2. Jenis benteng nya terdiri atas tiga lantai.



4.      Gedung Pusaka



Kegiatan Kirab Pusaka



Mahkota Binokasih





Gedung pusaka merupakan gedung yang melengkapi gedung Museum Prabu Geusan Ulun yang kelima. Di Gedung Pusaka tersimpan berbagai benda pusaka, salah satu diantaranya adalah Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake dan Siger dari Padjajaran yang dipakai ketika penobatan Geusan Ulun tahun 1578. Selain itu, ada juga koleksi berbagai macam kujang (senjata tradisonal Jawa Barat ) dan Patrem, tombak Trisula dan Tombak Polis di tambah berbagai macam gobang dan keris peninggalan Mataram. Ditambah dengan Pusaka Berbentuk  Keris seperti Keris Ki Dukun milik Prabu Gajah Agung pada abad ke-15 M, Batik Curuk Aul, milik Embah Jaya Perkasa abad ke-16 M, pedang Ki Mastak peninggalan Prabu Tajimalela abad ke-15 dan keris Nagasastra milik Pangeran Kornel di abad ke-18.




5.      Bekas Rumah Tinggal Cut Nyak Dien


Images: www.sumedangtandang.com


Siapa yang tidak mengenal sosok pahlawan Nasional wanita dari Aceh, Cut Nyak Dien. Sejarah mencatat bahwa Cut Nyak Dien pernah diasingkan ke Sumedang oleh Belanda. Pada saat itu, oleh Bupati Sumedang, Pangeran Aria Soeria Atmadja ditempatkan di sebuah rumah panggung yang terletak di Kampung Kaum Kelurahan Regol Wetan, tepatnya sekitar 100 M sebelah barat Masjid Agung Sumedang. Anda bisa datang ke sini sekadar merasakan hawa perjuangan pahlawan wanita, Cut Nyak Dien, untuk menggugah rasa hormat kita pada para pahlawan. Atau jika Anda hendak ingin ziarah ke makam Cut Nyak Dien, Anda tinggal pergi ke Kampung Gungun Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan
                                                               Makam Cut Nyak Dien
                                                                                 Images: www.jabarprov.go.id


6.      Wisata Ziarah ke Makam Leluhur Sumedang
                                                                                  Makam Prabu Geusan Ulun                                           
                                                                                 Images: www.sumedangtandang.com


Bagi Anda pecinta sejarah yang tak ingin melewatkan momen ziarah kepada leluhur Sumedang, Anda dapat ziarah ke malam para leluhur Sumedang ke kawasan Gunung Lingga. Disana terdapat makam para leluhur Sumedang, Prabu Tajimalela yang terkenal pernah mengucapkan kata “Insun Medal Insung Madangan”, yang kelak di kemudian hari kata itu menjadi kata nama Sumedang. Atau mengunjungi makam  leluhur di Dayeuh Luhur disana terdapat beberapa makam leluhur Sumedang, salah satu nya adalah makam Prabu Geusan Ulun.

Nah, wisata ziarah tentu nya memiliki daya tarik sarat akan sejarah tanpa perlu menilai mistis melulu. Anda bisa datang kesini sekadar untuk pengalaman sejarah yang dapat kita petik hikmahnya.



Selain itu bagi Anda yang berminat untuk berlibur menikmati wisata sejarah dan budaya Sunda di Sumedang, di bawah ini akan disuguhkan referensi produk-produk budaya Sumedang yang sangat menarik untuk diketahui.



1.      Kuda Renggong

Atraksi kuda pencak ini merupakan pertunjukan tradisional dengan seekor kuda yang terlatih melakukan gerakan berjalan serta menari sesuai dengan alunan musik. Tak hanya berjalan serta menari, atraksi kuda ini dapat melakukan gerakan seperti pencak silat dengan berpua-pura menari dengan pawangnya. Biasanya atraksi tradisional ini digelar pada acara khitanan walaupun saat ini juga banyak diselenggarakan untuk kepentingan pariwisata.

2.      Wayang Golek

Wayang Golek merupakan kesenian dari Tanah Pasundan yang masih di produksi oleh industri-industri rumahan di beberapa wilayah Sumedang. Tak hanya berfungsi sebagai hiburan, wayang golek memiliki nilai spiritual yang penuh dengan pesan moral. Di tanah Jawa wayang golek dikenal dengan Wayang Kulit. Wayang Golek banyak dipertunjukan pada pesta-pesta tertentu atau juga sebagai pertunjukan pariwisata.

3.      Ngalaksa

Di Sumedang ada sebuah tradisi ritual ngalaksa yang merupakan upacara adat sebagai ritual bercocok tanam. Upacara ini masih dilaksanakan sampai saat ini, kita dapat melihatnya pada daerah-daerah tertentu di Sumedang.

4.      Jentreng

Kesenian ini hampir sama dengan Ngalaksa, kesenian Jentreng berasal dari masyarakat Rancakalong Sumedang. Jentreng adalah ritual tradisional untuk menhormati Dewi Sri yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai Dewi Padi. Upacara adat ini kerap dilakukan di masa-masa panen. Kita dapat melihat upacara ini di daerah Rancakalong, Sumedang.



Bagaimana, wisata di Sumedang sangat menarik bukan untuk di kunjungi? Anda dapat memilih mana yang akan dikunjungi, bisa wisata kekinian nya, wisata alam nya, atau wisata sejarah nya. Sumedang memang memiliki banyak cerita dan daya tarik tersendiri yang memancing kita untuk mengunjungi kota ini. Sama hal nya dengan daerah lain seperti Yogyakarta, Surakarta, Bandung, Sumedang memiliki “hawa” tersendiri untuk kita merasakan rindu sejarah dan budaya nya.



Sumber:



·         www.sumedangtandang.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah-Letting Go (Sebuah Resensi)

Letting Go - Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah                                                                                                                               dokumentasi pribadi   Judul                    : Letting Go Penulis                : David R.Hawkins Penerjemah      : Shalahudin GH Penerbit           ...

BUKU MEDSEBA MEDITASI NUSANTARA KUNO by SETYO HAJAR DEWANTARA ( RESENSI BUKU )

Resensi Buku Medseba, Seni Meditasi Nusantara Kuno                                                Oleh : Kadita Putri  Hallo.... Selamat Datang kembali di Resensi Buku ala Kadita Putri. Kali ini buku yang akan Saya resensi adalah buku bertemakan Spiritual, yakni Medseba, seni meditasi Nusantara Kuno. Satu hal yang buat saya tertarik untuk meresensi buku ini adalah karena buku ini unik dan saya suka. Oke, supaya tidak kepanjangan langsung saja kita baca bersama. Selamat membaca! Judul : MEDSEBA ( Meditasi Nusantara Kuno ) Penulis          : Setyo Hajar Dewantoro Penerbit       :Javanica Tahun Terbit : 2016 Tebal : 256 Halaman No ISBN : 978-602-6799-17-3 Sinopsis : Medseba adalah formula meditasi yang digali dari ajaran leluhur Nusantara Kuno yang sangat kaya. Meds...

REVIEW BUKU PITUTUR AGUNG SANG BATARA GURU - AJAR JATI SUNDA #KADITA PUTRI

   Reviewer oleh Kadita Putri “Agama sesungguhnya pelajaran dasar menempa diri untuk membentuk tata krama serta kelembutan hati nurani agar siseorang memeliki budhi pekerti yang terpuji dalam kehidupannya.” Pitutur Agung Sang Bathara Guru adalah buku yang ditulis oleh Lucky Hendrawan atau lebih akrab dipanggil dengan Abah Uci. Beliau adalah seorang tokoh penganut Pikukuh Sunda, budayawan, pengajar, penulis dan sekaligus pengampu paguronan Bumi Dega Sunda Academy. Buku ini terlahir dari keprihatinan penulis terhadap mulai memudarnya hasil daya cipta leluhur dan mulai memudarnya jati diri manusia dan jati diri bangsa yang diakibatkan oleh dinamika sejarah perjalanan bangsa. Isi buku ini merupakan penjabaran dari ajar Pikukuh Sunda dan di dalam buku Pitutur Agung Sang Bathara Guru ini diambil dari nasihat-nasihat bijaksana leluhur Sunda yang terdapat dalam naskah kuno seperti; Babad Tanah Jawi, Lontar Sundari Gama, Lontar Kala Tattwa, Naskah Amanat Galunggung, Naskah Siksa Ka...