Judul : Reinkarnasi, Marifatullah Anak Autis dan Indigo (Edisi Revisi)
Penulis : Amiruddin Syah
Penerbit : Institut Kajian Tasawauf
Tahun Terbit : 2015 (Edisi Revisi)
Tebal : 221 Hal
Sinopsis:
Anak Autis dan Indigo bukanlah kelompok anak yang “bermasalah”. Anak Autis bukan lah anak yang mengalami gangguan Jiwa. Anak Autis dan Indigo tubuhnya gagah dan bagus, tidak cacat. Anak Autis anak yang pintar berbicara, cepat menguasai perbendaharaan kata. Autis tidak sama dengan anak yang “luar biasa atau idiot”, mereka umumnya cacat fisik, terbelakanh mental, memiliki kelemahan fisik, terganggu mental, tidak memiliki kemampuan belajar, dan memiliki perilaku yang ketimggalan. Sedangkan anak Indigo mereka lebih banyak berbuat, pinyar mengerjakan sesuatu pekerjaan, pintar menyusun dan menggambar, mereka umumnya menyukai matematik atau sains.
Ma’rifatullah anak Autis dan Indigo sudah terjadi dari dalam rahim ibu. Bila orangtuanya sudah Ma’rifatullah maka mudah baginya untuk meneruskan serta memahami kehadiran Allah sampai dewasa. Tugas orang tua nya hanyalah mengisi dan memotivasi dengan ilmu laduni.
Disini Saya akan membahas singkat saja uraian inti sari dari beberapa bab dalam buku ini yang menurut Saya bab ini,pokok penting nya :)
Karma, artinya dimana ruh yang menempati jasadnya sekarang ini belum mengenal Allah. Bahkan selalu berbuat kejahatan dan tidak melaksanakan perintah Allah. Ruh Manusia diturunkan sebagai Reinkarnasi atau menembus karma terbagi menjadi empat bagian; 1). Sengsara dan celaka, 2). Celaka, 3). Mukmin bodoh, 4). Mukmin bijaksana. Golongan ke satu dan kedua, roh nya akan turun kembali atas karma, maka akan lahir anak yang kecerdasan spiritualnya rendah, lahir bermasalah, mungkin cacat fisik dan IQ rendah. Sedangkan golongan ketiga san keempat, roh nya akan turun kembali atas karunia, maka akan lahir anak yang dengan kecerdasan spiritual yang bagus, lahir mata terbuka, bersih, tidak cacat dan komunikatif. Atau jika Allah berkehendak, bisa saja kedua turunan tersebut dapat terbalik karuniaNya.(Bab 1 )
Memasuki abad kelipatan tujuh, khusus nya di Negeri ini akan banyak lahir anak-anak yang berkualitas spiritual, yang mampu menuntun perjalanan umat agar selamat baik di dunia maupun di akhirat (Halaman Pengantar). Setiap menjelang abad kelipatan tujuh, bumi akan krisis, banyak huru hara, banyak permusuhan antar agama, korupsi merajalela, mereka umumnya menggunakan dalil agama (Bab 7).
Anak Autis dan Indigo lebih banyak dilahirkan disetiap abad kelipatan tujuh, sekarang mereka banyak dilahirkan di Asia Timur. Anak Autis dan Indigo ilmunya dimulai dengan mengenal Allah, jadi dengan beriman dahulu dan baru kemudian dimulai dengan agama.(Halaman Pengantar)
Pancasila, landasan falsafah negeri kita sendiri pun sebenarnya dirancang oleh orang-orang kualitas Spiritual tinggi. 1).Sila pertama melambangkan bintang, simbol dari Tuhan Yang Maha Esa. 2). Sila kedua melambangkan banteng yang memejamkan mata, simbol manusia yang sedang bertafakur, sedang mencari Allah.3). Sila ketiga melambangkan pohon besar artinya kekukuhan Iman kepada Tuhan. 4). Sila ke empat melambangkan rantai sebagai simbol merantai dan mengekang hawa nafsu. 5). Sila kelima melambangkan padi dan kapas sebaga simbol kebutuhan hidup bagi jasad manusia. (Bab 6)
Strategi bimbingan untuk anak Autis dan Indigo adalah; Pertama, hendaknya para orang tua mengenal Tuhan, tapi bukan sekedar mengucap. Kedua, diperlukan pendidik berkualitas spiritual, berkualitas spiritual ialah yang mengenal Tuhan Yang Maha Esa, bukan hanya sekedar menyebut nama Tuhan, bukan pula yang hanya memiliki selembar Ijazah S1,S2, maupun S3. Sebab pendidik yang berkualitas spiritual akan paham meletakan suatu metode terhadap anak didik untuk mencapai suatu tujuan yang efektif.(Bab 22) Ketiga,Anak Autis dan Indigo tidak boleh diintervensikan dengan obat-obatan dan tidak boleh dikelompokan sebagai anak yang bermasalah(Bab 8)
Ulasan
Buku ini memiliki ukuran yang pas sehingga akan terasa simple. Sampul pada cover ini sederhana, berlatar berwana ungu yang menyimbolkan makna spiritualitas. Gambar cover buku ini merupakan foto penulis sedang meng’gendong ‘anak kecil, ini merupakan makna dari kedekatan antara orang tua dengan sang anak. Kualitas cetakan kurang rapih, sehingga kertas dapat dengan mudah robek. Sedangkan untuk kualitas bentuk tulisan nya menggunakan Times New Roman ukuran 12, sehingga memudahkan untuk membacanya.
Kandungan yang terdapat dalam buku ini sangat bermanfaat sekali. Dan menurut Saya, ini sangat menarik. Buku ini memberikan wawasan spiritual yang sangat luas sekaligus menjelaskan akan fenomena anak Indigo yang kini sedang trending topik di masyarakat. Kebanyakan, masyarakat memandang anak Indigo sebagai klenik, demikian pula dengan anak Autis yang dipersepsikan sebagai anak yang keterbelakangan mental. Para orang tua umumnya banyak yang tidak paham dan sadar akan pendidikan spiritual kepada anaknya, pendidikan spiritual bukan berarti hanya sebatas mempelajari ilmu agama saja tetapi juga mempelajari bagaimana Kita mencapai kesadaran sebagai makhluk Tuhan. Melalui buku ini, Kita khususnya para orang tua dan pendidik dapat tercerahkan melalui pembahasan nya. Sayangnya, bahasa yang di pakai oleh Penulis kurang mudah diserap, mungkin sebagian pembaca akan kurang memahami maksud dari tulisan yang dibuat si Penulis. Karena si Penulis menggunakan bahasa yang tidak baku. Untaian kalimat per kalimat nya banyak menggunakan bahasa simbolik, sehingga untuk sebagaian orang pasti kurang memahami penjelasan nya. Tetapi, jika memahami nya, maka dipastikan akan banyak mengandung pencerahan setelah Kita membacanya. Buku ini murni, Penulis menuliskan penjelasan nya berdasarkan pengalaman pribadinya, terlihat dalam setiap pembahasan nya, penulis seolah-olah sedang “berbicara” langsung dihadapan Kita.
Penutup
Saya merekomendasikan buku ini kepada masyarakat luas, khusus nya orang tua dan pendidik supaya memahami kehidupan spiritual dimulai dari diri sendiri. Buku ini juga tuntunan bagi para orang tua dan pendidik dalam mendidik Putra dan Putrinya, terlepas entah itu Autis, Indigo, anak biasa pada umumnya, ataupun anak yang bermasalah. Semuanya perlu Kita pelajari dan tafakur bersama. Semakin tinggi spiritualitas Kita, semakin Ma’rifatullah jasad dan rohani Kita. Hanya saja buku ini perlu disempurnakan kembali menggunakan bahasa yang lebih hangat, akrab, dan mudah dimengerti, sebab untaian kalimat dalam buku ini penuh akan makna simbolik. Dan juga kualitas cetak buku ini harus diperbarui supaya tetap awet tidak mudah robek.
Well, berakhir sudah Saya mengulas buku
"Reinkarnasi, Marifatullah Anak Autis Dan Indigo" karangan Amirudin Syah.
Nah, bagi yang tertarik dengan buku ini bisa didapatkan secara online, tinggal search saja pada mbah Google 😁.
Oke Terimakasih banyak yaaaa sudah mampir ke blog Saya, semoga review buku ini membantu dan menambah wawasan kitaaa.....dan mohon maaf apabila tulisan Saya masih rancuu 🙏
Tunggu review buku Saya selanjut nyaaa yaaaaa 😚😚😚

Komentar
Posting Komentar