Langsung ke konten utama

INDUK ILMU KEJAWEN ( Wirid Hidayat Jati ) - Review Buku





Induk Ilmu Kejawen

Hallo.... Salam Rahayu, semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat lahir bathin nya. Puji syukur saya ucapkan kepada Gusti Allah SWT atas “kareteug” nya saya dapat me-review kembali buku dari sekian lama saya tidak mengulas buku.
Oke, kali ini buku yang saya akan review buku spiritual, yang menurut saya cukup “menegangkan” membaca buku ini. Buku yang akan di review beraromakan ajaran kejawen yang mungkin sebagian orang memandang ajaran ini penuh dengan kemistisan atau penuh dengan kontroversi bagi kalangan religius. Tapi, bagi saya buku ini menarik untuk saya miliki dan memahami isi dari ajaran pada buku ini.
Baik, kita lihat identitas buku nya ya.....
Judul : Induk Ilmu Kejawen
Penulis         : Damar Shashangka
Penerbit : Dolphin
Tahun Terbit : 2014
Tebal : 473 Halaman
No ISBN : 978-979-170-1143

Yuk intip sinopsis nya....
Wirid Hidayat Jati adalah kitab babon bagi para penganut kejawen. Kumpulan ajaran rahasia para wali di tanah jawa yang pernah diwejangkan kepada santri-santri khusus pada abad ke 15 dan ke 16. Tercatat ada delapan wali yang membabarnya secara bersamaan pada masa-masa itu. Pada abad ke-16 Sunan Kalijaga merangkum seluruh ajarannya. Raden Ngabehi Ranggawarsita kemudian menuliskannya kembali pada pertengahan abad ke-19. Melalui beliaulah Wirid Hidayat Jati dikenal secara luas dan menjadi sumber rujukan hampir seluruh aliran kejawen.
Nah, begitu kira-kira sinopsis nya, sekarang mari kita lihat apa saja yang dibahas pada buku Induk Ilmu Kejawen?
Buku ini membahas tentang:

Ilmu Makrifat Jawa
Sadulur Papat Kalima Pancêr
Sangkan Paraning Dumadi
Manunggaling Kawula Gusti
Syahadat Sejati
Makna Sejati Nur Muhammad
Ilmu Kasempurnaan
Ilmu Pangriwatan
Perjalanan di Alam Kematian
Tumimbal Lahir
Maklumat Jati
Maqam Kewalian
Raja Demit dan Jin di Tanah Jawa
Wirid dan Kidung Keselamatan
Laku, Doa, dan Meditasi Kêjawen
Upacara dan Selamatan Kejawên



Isi Buku
Secara keseluruhan, isi buku ini sebanyak 13 bab. Dalam setiap bab nya cukup padat sekali pembahasan nya, akan saya ringkas secara garis besar bab per bab nya. Berikut penjabaran singkat per bab dari buku ini:


BAB I membahas tentang Guru
Dalam bab ini dibahas mengenai tata krama seorang guru, apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang guru dan. Kemudian membahas pula tentang apa saja wejangan (nasihat) dari para Guru di tanah Jawa pasca Majapahit runtuh. Selain itu dijabarkan pula tingkatan ilmu yang ada dan di tanah Jawa.

BAB 2 membahas tentang Murid
Bab ini membahas mengenai sang Murid, apa saja yang harus dilakukan sebagai murid serta kualifikasi bagaimana menjadi seorang Murid.

BAB 3 membahas tentang Asal Mula Wirid
Isi dari penjabaran Bab 3 ini adalah membahas tentang awal mula adanya wirid yang sebetulnya wirid merupakan wejangan dari para Wali yang ada di tanah Jawa pada masa lalu. Menariknya pada bab ini dibabarkan apa saja wirid yang di babarkan oleh masing-masing dari para Wali.

BAB 4 membahas tentang Wejangan Wirid
Pada Bab ini menurut saya pribadi ini adalah pembahasan yang sudah mulai “naik” dan “memanas”. Ini adalah penjabaran tata cara untuk mendapatkan atau mendengarkan wejangan dari Ilmu ini, sebab wejangan ini sesuai dengan apa yang telah dibabar oleh delapan Wali di Tanah Jawa yang dikumpulkan menjadi satu dan berasal dari Hadist Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

BAB 5 Penjabaran Wirid
Ini adalah puncak dari penjabaran tentang Wirid Hidayat Jati (Ilmu Kejawen). Disini dibabarkan secara jelas mengenai keEsa-an Tuhan. Segala Dzat, Dat, Sifat, Ruh dan lainnya di bahas yang dibungkus dengan ilmu Ke-Makrifatan.

BAB 6 membahas tentang Kiamat
Bab ini membahas mengenai tanda-tanda kiamat yang dapat kita amati tanda-tanda nya. Pembahasan mengenai kiamat disini berbeda dengan pembahasan kiamat pada umumnya seperti contoh: gunung-gunung bertebaran, bumi dan planet lain tabrakan dan lain-lain. Justru, di Bab ini tidak membahas seperti itu. Yang dijabarkan dalam buku ini tentunya pembahasan mengenai kiamat sesuai esensi dari ilmu ke Makrifatan.

BAB 7 Membahas tentang Perjalanan di Alam Kematian
Lanjut pembahasan pada bab ini menurut saya semakin memanas, karena antara penjabaran alam kematian menurut ilmu Makrifat (Kejawen) dengan penjabaran alam kematian  yanh sering kita dengar pada umum nya sangat berbanding jauh. Bab ini membahas beberapa tingkatan pada alam kematian.

BAB 8 membahas tentang Larangan
Bab ini membahas berbagai larangan-larangan yang tidak boleh manusia lakukan semestinya, juga ada larangan yang ternyata baru kita ketahui. Larangan ini merupakan amanat dari para Wali dan para Kasepuhan yang ada di Tanah Jawa.

BAB 9 membahas tentang Pernyataan Sejati
Bab ini membahas tentang kedudukan Dzat Tuhan Yang Maha Suci yang ada pada diri kita juga alam semesta. Bab ini menjelaskan secara gamblang mengenai Dzat Tuhan yang mengupas kedudukan-Nya pada diri manusia jika diumpamakan seperti kita mengupas bawang yang memiliki banyak lapisan-lapisan menyelimuti, demikian esensi keTuhanan yang dijabarkan oleh Pernyataan Sejati ilmu Makrifat (Ilmu Kejawen).

BAB 10 membahas tentang Perlambang Ilmu Kasempurnaan.  Bab ini adalah kumpulan perlambang Ilmu Kasempurnaan yang seringkali diungkapkan oleh masyarakat Jawa. Ini lebih seperti perumpamaan klasik masyarakat Jawa dahulu, yang sarat akan makna kehidupan.

BAB 11 membahas tentang Doa-Doa
Bab ini adalah bab tentang doa-doa yang dipakai oleh para Wali dan Kasepuhan Jawa dahulu tat kala untuk mendapatkan kasempurnaan hidup. Misal; doa menggapai daya ruh idhlafi, dan lain sebagainya. Selain itu ada puji-pujian yang berisikan olah nafsu sendiri, serta kidung-kidung klasik yang berisikan doa-doa.

BAB 12 membahas tentang Resep Untuk Masakan untuk Selamatan
Bab ini membahas aneka olahan makanan tradisional khas zaman dahulu untuk selamatan. Dari penjabaran ini kita menjadi tahu bahwa makanan tradisional khususnya khas Jawa mengandung makna dan filosofis yang tidak sembarangan.

BAB 13 membahas tentang Waktu yang Baik dan Waktu yang Buruk
Bab terakhir sekaligus penutup dari buku ini adalah membahas tentang waktu yang baik dan yang buruk. Jika di China ada Feng Shui, maka  dalam tradisi Jawa, ada semacam waktu yang tepat untuk melaksanakan hajat manusia agar selamat.

Review Buku Induk Ilmu Kejawen:
Saya mau mereview dahulu dari segi penampilan buku ini. Buku ini dibalut dengan Cover warna hijau lumut dengan gambar wayang  bertabur bintang sebagai tampilan depan nya. Bagi saya pribadi, saya suka dengan tampilan buku ini, saya rasa pemberian cover buku ini oleh si Penulis mengandung makna tersendiri.

Buku ini (menurut saya)berat sekali ketika di baca, saya rasa tidak semua orang (maaf) mampu memahami isi dari kitab ini. Namun, Penulis menuliskan pesan di lembar halaman awal pada buku ini sebelum kita lanjut membaca nya, yakni berisikan tentang himbauan yang dianjurkan Penulis kepada para pembaca kitab Induk Kejawen ini. Bagi kalangan tertentu, buku ini mungkin menjadi kontroversi karena berbeda paham dan jalan.

Saya pribadi memiliki pengalaman unik ketika membaca buku ini, ada hal yang mengejutkan ketika saya mendalami isi kitab ini, banyak kejadian alam yang mensyaratkan sesuatu. Dalam proses membaca buku, biasanya saya tergolong cepat dalam membaca buku, namun pada buku(kitab) ini otak saya agak loading sepertinya tubuh saya sedang bekerja untuk menyerap informasi dari penjabaran buku ini. Puncak terberat yang saya alami ketika membaca buku ini adalah pada bab ke 4-7, saya merasakan sesuatu yang lain.

Kesimpulan:
Bagi saya pribadi, saya suka dengan buku ini,  buku ini seakan menjawab hal yang selama ini saya renungi. Namun, kesemuanya saya kembalikan kepada Anda yang berminat membeli buku ini. Sebab setiap orang berbeda pemikiran dan pemahaman. Namun, bagi Anda penikmat spiritual atau pejalan spiritual atau bahkan penikmat ilmu Makrifat, buku ini layak Anda miliki, sebab tidak banyak buku Kejawen mudah didapat di pasaran. Anda dapat mengunjungi toko buku terdekat atau Anda bisa memesan kepada Penulis nya langsung (Damar Shashangka) yang saya ketahui dapat dihubungi melalui Medsos FB dan Instagram.

Saran:
Bagi Anda yang sudah terlanjur membeli buku ini dan tidak “sreg” Anda dapat menghibahkan kepada siapapun yang menginginkan nya. Atau jika Anda tidak sesuai dengan ilmu ini, anggap saja ini sebagai buah pengetahuan baru yang Anda dapatkan. Karena sesungguhnya tidak ada ilmu yang sia-sia.

Baiklah, cukup sampai disini review episode kali ini. Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini. Tunggu review selanjutnya yaaa.......
🤗
Anda dapat memberikan kritik, saran, komentar, share pengalaman atau dukungan kepada saya untuk terus mereview buku khususnya tentang kearifan Nusantara.

Terimakasih ....😇🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah-Letting Go (Sebuah Resensi)

Letting Go - Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah                                                                                                                               dokumentasi pribadi   Judul                    : Letting Go Penulis                : David R.Hawkins Penerjemah      : Shalahudin GH Penerbit           ...

BUKU MEDSEBA MEDITASI NUSANTARA KUNO by SETYO HAJAR DEWANTARA ( RESENSI BUKU )

Resensi Buku Medseba, Seni Meditasi Nusantara Kuno                                                Oleh : Kadita Putri  Hallo.... Selamat Datang kembali di Resensi Buku ala Kadita Putri. Kali ini buku yang akan Saya resensi adalah buku bertemakan Spiritual, yakni Medseba, seni meditasi Nusantara Kuno. Satu hal yang buat saya tertarik untuk meresensi buku ini adalah karena buku ini unik dan saya suka. Oke, supaya tidak kepanjangan langsung saja kita baca bersama. Selamat membaca! Judul : MEDSEBA ( Meditasi Nusantara Kuno ) Penulis          : Setyo Hajar Dewantoro Penerbit       :Javanica Tahun Terbit : 2016 Tebal : 256 Halaman No ISBN : 978-602-6799-17-3 Sinopsis : Medseba adalah formula meditasi yang digali dari ajaran leluhur Nusantara Kuno yang sangat kaya. Meds...

REVIEW BUKU PITUTUR AGUNG SANG BATARA GURU - AJAR JATI SUNDA #KADITA PUTRI

   Reviewer oleh Kadita Putri “Agama sesungguhnya pelajaran dasar menempa diri untuk membentuk tata krama serta kelembutan hati nurani agar siseorang memeliki budhi pekerti yang terpuji dalam kehidupannya.” Pitutur Agung Sang Bathara Guru adalah buku yang ditulis oleh Lucky Hendrawan atau lebih akrab dipanggil dengan Abah Uci. Beliau adalah seorang tokoh penganut Pikukuh Sunda, budayawan, pengajar, penulis dan sekaligus pengampu paguronan Bumi Dega Sunda Academy. Buku ini terlahir dari keprihatinan penulis terhadap mulai memudarnya hasil daya cipta leluhur dan mulai memudarnya jati diri manusia dan jati diri bangsa yang diakibatkan oleh dinamika sejarah perjalanan bangsa. Isi buku ini merupakan penjabaran dari ajar Pikukuh Sunda dan di dalam buku Pitutur Agung Sang Bathara Guru ini diambil dari nasihat-nasihat bijaksana leluhur Sunda yang terdapat dalam naskah kuno seperti; Babad Tanah Jawi, Lontar Sundari Gama, Lontar Kala Tattwa, Naskah Amanat Galunggung, Naskah Siksa Ka...